Dharma Shanti Nasional 2013

Perayaan Dharma Shanti tingkat nasional terkait Hari Suci Nyepi tahun baru saka 1935 dipusatkan di Istora Senayan Jakarta, 7 April 2013. Pada hari suci Nyepi umat Hindu wajib melaksanakan tapa brata penyepian, yakni empat pantangan yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melakukan kegiatan), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu maupun tidak mengadakan  hiburan/bersenang-senang). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu diharapkan bisa menghadiri acara tersebut.

Pada tahun ini LKB Saraswati turut berpartisipasi dalam bidang kesenian dalam acara dharma shanti nasional kali ini.

Presiden beserta wakil presiden disambut oleh Tari Rebong Puspa Mekar ciptaan Guruh Soekarno Putra, terinspirasi dari adegan rebong pada wayang kulit Bali dan tari kakan-kakan pada Parwa yang menggambarkan putri nan elok, serta sifat kewanitaan yang lembut seperti bunga saat mekar.

Acara utama berupa Oratorium Menapak Kejayaan Nusantara oleh LKB Saraswati Jakarta. Oratorium ini bercerita tentang penciptaan alam semesta dengan beserta isinya yang menyertai tatanan hidup manusia, bangsa dan negara.

Pada bagian satu, penciptaan alam semesta dimana Betara Siwa dalam prabawanya sebagai Siwa Nataraja menciptakan alam semesta beserta isinya. Tari kayaon sebagai pembuka dan Ciwa Nataraja ditampilkan dalam kesempatan ini.

Pada bagian kedua, menceritakan kerajaan sriwijaya di swarna dwipa menjadikan bumi nusantara sebagai pusat perdagangan, agama, dan kebudayaan yang sangat penting di asia. Sebagai gambaran ditarikan tari sriwijaya dan tari perahu sriwijaya.

Pada bagian ketiga, kejayaan kerajaan majapahit. Mengisahkan tentang puncak kejayaan jaman majapahit dibawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Amangku Bumi Gajah Mada. Tari prajurit majapahit, menggambarkan setia bakti kepada mahkota, tegas, teguh dalam keyakinan, siap menindas sang angkara. Tari jawa barat, Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada melengkapi bagian ini dengan menggambarkan kebijakan berdasarkan filosofi Siwa Budha dan kemauan bagai batu karang bergerak selaras degup jantung tak pernah berhenti membulatkan tekad menyatukan Nusantara.

Pada bagian keempat, ditampilkan dolanan anak-anak, dan janger. Dolanan anak-anak berdurasi singkat namun menghibur mencoba mengangkat keceriaan anak bangsa sebagai generasi penerus bak mutiara yang melandasi diri dengan etika dan moral dengan melaksanakan ajaran catur guru.

Dalam gambaran umum dalam oratorium ini diharapkan negeri yang dirangkai dari mutiara keberagaman menjadi satu untaian dalam rajutan persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh. Rukun berdampingan memandang indahnya aneka warna perbedaan di pelangi kehidupan.

Kekayaan budaya yang tertuang dalam ekspresi keindahan cipta, rasa, karsa sebagai warisan adiluhung para leluhur, merupakan anugerah yang patut disyukuri sebagai pemersatu nusantara.

Satukan seluruh kekuatan, padukan segenap potensi untuk membangun kehidupan bangsa yang harmonis, damai, dan damai dalam keberagaman.

Comments are closed.