Drama Tari Topeng Bali

Topeng dapat diartikan sebagai penutup wajah yang dibuat dari kayu; yang dibentuk dalam wajah-wajah imaji berbagai tokoh yang ada dalam prinsip pemeranan seni pertunjukan topeng.

Topeng terbagi dalam dua kategori, yakni topeng bungkulan, dimana bentuk mulut ditutup rapat, dapat pula diartikan sebagai yang utuh menutup seluruh wajah, kemudian topeng sibakan; menutupi sebagian wajah, dapat digunakan untuk menyampaikan dialog, karena desain bagian mulutnya bergerak secara fleksibel.

LKB Saraswati mempersembahkan Drama Tari Topeng Bali yang meliputi beberapa jenis topeng, seperti Topeng Penglembar, Topeng Penasar dan Wijil yang merupakan topeng sibakan, Topeng Dalem, Bondres yang menggambarkan karakter rakyat dengan gurauan, dan Topeng Sidakarya yang berfungsi untuk menyelesaikan upacara.
Cerita yang akan dibawakan dalam pertunjukan kali ini berjudul “Dalem Waturenggong nangun karya“, bercerita tentang Raja Waturenggong yang melaksanakan upacara besar keagamaan. Kehadiran Brahmana Keling dalam upacara tersebut menjadi malapetaka hingga Raja memohon maaf dan meminta Brahmana Keling untuk “memuput“ karya, atau menyelesaikan upacara. Pertunjukan akan dibuka oleh Tari Kanyaka Sura dan Tari Trunajaya.

Pendiri LKB Saraswati I Gusti Kompiang Raka mengatakan tarian ini diiringi oleh irama gamelan yang khas. “Tapi tidak mengangkat kisah sejarah masyarakat Bali,” ujarnya di Galeri Indonesia Kaya, Minggu (6/7/2014). Pertunjukan ini merupakan usaha bersama LKB Saraswati dan Galeri Indonesia Kaya untuk membangkitkan animo masyarakat, mendekatkan serta menumbuhkan minat remaja Indonesia terhadap kebudayaan Indonesia khususnya Bali. Drama Tari Topeng Bali oleh LKB Saraswati dapat disaksikan di Galeri Indonesia Kaya pada tanggal 6 Juli 2014 pukul 15:00.

Comments are closed.