Festival Schouwburg X – The Legend

Festival Schouwburg

Festival Schouwburg X – The Legend
I Gusti Kompiang Raka & LKB Saraswati mempersembahkan:
“Tari dan Musik Bali dalam Potret Pesta Desa”
Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu, 15 September 2012 – Pk. 20.00 WIB

Lembaga Kesenian Bali Saraswati siap menggelar pementasan bertajuk Tari dan Musik Bali dalam Potret Pesta Desa, pada pementasan Pesta Desa dalam rangkaian Festival Schouwburg Gedung Kesenian Jakarta, 15 September 2012. Pertunjukkan ini digelar untuk memperkenalkan dan mewariskan seni tradisi kepada anak dan remaja di kota urban seperti Jakarta.

“Kebanyakan anak muda menganggap kesenian tradisional daerah merupakan suatu tontonan atau hiburan yang kuno,” kata I Gusti Kompiang Raka, pemimpin lembaga itu, kepada C&R Digital. “Malah mereka terkesan mereka seperti menjauhi tradisi, dan mulai terpengaruh budaya luar.”

Pertunjukan yang berdurasi dua jam ini akan menampilkan tarian tradisonal Bali yaitu tari Janger dan tari Kecak yang dilakukan para wanita.

Pertunjukan dolanan tradisonal anak-anak khas Bali Meong Meong, yang bercerita tentang kucing menangkap tikus, juga akan menjadi bagian dalam rangkain pertunjukan ini. Pertunjukan akan ditutup dengan pementasan sendratari dengan lakon Ajisaka yang menceritakan tentang sesosok pemuda yang menjadi tokoh legenda dalam sejarah huruf Hanacaraka (huruf tardisional Jawa). Pertunjukan ini akan melibatkan sekitar 150 orang pemain dan 30 orang pemusik. Untuk persiapannya sendiri sudah dimulai sejak Juni 2012 silam.

“Dolanan anak sengaja diselipkan untuk memperlihatkan permainan tradisional anak-anak kepada gerenerasi sekarang, dolanan anak sudah ditinggalkan kerena dianggap kuno,” kata Kompiang. “Saat ini para orang tua kebayakan menyuguhkan siaran TV anak dari luar negeri melalui fasilitas yang sering ditawarkan dari rumah ke rumah”.

Penampilan LKB Saraswati ini untuk mengisi Festival Schouwburg, menyambut ulang tahun ke-25 Gedung Kesesenian Jakarta yang jatuh pada 5 September 2012. Festival dua tahunan ini menghadirkan aneka ragam seni pertunjukan klasik.

I Gusti Kompiang Raka atau lebih populer sebagai Kompyang Raka, adalah seorang tokoh seni musik tradisi degung dan tari Bali. Dia mendirikan Yayasan Tari Bali Saraswati pada 1968.

Pertunjukan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk melestarikan dan mencintai budaya dan kesenian tradisional Indonesia. Tiket pertunjukan ini seharga Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.

sumber: kompas.com cekricek.co

Comments are closed.